Selamat Datang

Di KIM Gentong Mas Kota Pasuruan

Juara 1

Tingkat Bakorwil Malang

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Penyuluhan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Agustus 2017

KERAS DAN SUKA PADA SESUATU TANTANGAN

PROFIL SEORANG PENGUSAHA SETER

UD MARWAN SPORT LINE

Jln.Hang Tuah No.14 Pasuruan
Bapak  H.Marwan

 
BIODATA  :

Nama                           : H.Marwan
Tempat/Tgl Lahir        : Madiun, 20 Juni 1957

Riwayat  Pendidikan  :
  1. SDN  Madiun
  2. SLTP Madiun
  3. SLTA  Surabaya

Profil Pengusaha  Seter

            Seorang pengusaha sukses yang memproduksi seter yang lahir di Madiun 20 Juni 1957.Yang masa kecilnya memilki sifat yang keras dan suka pada hal yang sifatnya tantangan. Yang mengembangkan usahanya di Pasuruan yang kesuksesannya berawal dari rasa ingin mencoba  dan penasaran. Dimana sekarang telah sukses dan  daerah pemasarannya meliputi : Malaysia, Jakarta ke Turki, India, Bali, Makasar ke Cina, Bogor ke AS. Dimana beliau memilki ilmu atau ketrampilan ini diperoleh dari keluhan atas hasil karya yang pertama kali dibuatnya dan terus menerus sampai menghasilkan yang terbaik, dengan melihat contoh salah satu hasil karya seter Italy  pameran di Surabaya. Penghargaan yang pernah  diraih di antaranya adalah : Dari Pak Mentri yakni Wibowo dalam rangka pemilihan pengusaha sukses, Presiden Soeharto  yakni piagam upakarti, dan piagam lainnya  dari perindustrian. Tempat usaha di Jln Hang Tuah no.14 Pasuruan yakni UD Marwan  Sport Line.

Kisah  perjalanan sang wirausahawan:

            Bapak H Marwan dulunya sewaktu kecil  memiliki sikap yang berbeda dengan 4 saudaranya yakni keras dan  suka pada hal hal yang sifatnya tantangan.
            Menginjak dewasa setelah lulus dari SLTA,beliau  kerja sebagai hilogram  yang melayani onderdil pabrik tenun. Selain itu beliau juga seorang dalang. Tidak puas akan semua itu, dibenaknya selalu membayangkan hidupnya mendatang apakah akan tetap seperti ini saja. Akhirnya dengan tekad yang kuat beliau menggembara ke Surabaya dengan istrinya. Di kota inilah beliau  berusaha dan mencari pengalaman untuk mewujudkan impian agar hidupnya bisa jadi lebih cerah. Tanpa punya modal ketrampilan apapun beliau yakin dirinya mampu  hidup di Surabaya. Asalkan kita mau  maju pasti kita bisa mencapainya. Suatu ketika beliau melihat pameran seter Italy bertempat di Surabaya. Di pameran ini beliau heran karena melihat harga 1 buah seter harganya Rp 500.000,00. Dari sini rasa ingin tahu makin keras, kenapa harga seter ini mahal apakah bahannya yang membuat mahal. Salah seorang temannya bapak H Marwan  setelah melihat ekspresi nya beliau yang terlihat penasaran. Akhirnya beliau dibelikan 1 buah seter sebagai contoh. Lalu setelah diberi salah satu contoh tersebut, beliau ditantang untuk membuatnya. Dari sinilah beliau terketuk hatinya untuk mencobanya membuatnya, walaupun dirinya tidak mempunyai ketrampilan dalam membuat seter. Tapi rasa ingin mencoba sesuatu yang baru terus membayangi pikirannya.
            Ketika pulang dengan membawa sebuah seter tadi, beliau mulai mencoba membuat seter dengan modal sendiri yang relative sedikit. Alat pendukung yang beliau pakai yakni gergaji,mesin bubut dll. Tanpa ada suatu ilmu yang didapat beliau mencobanya sendiri. Dari waktu kewaktu usahanya yang dipasarkan melalui temannya selalu mendapat kritikan. Walau begitu beliau tidak patah semangat karena beliau berprinsip :

Hasil  karyaku ini harus jadi apapun resikonya saya tanggung

Dan dari situlah beliau belajar memperbaiki seter yang lama-kelamaan hasilnya memuaskan konsumennya.

Perkembangan  usahanya  ke depan :

            Setelah cukup dikenal hasil karyanya tersebut, beliau  mulai merintis  usahanya tepatnya ditahun 1986. Dari sinilah modal yang dipakai terus berkembang, selain itu beliau juga mendapat suntikan dana dari Petro Kimia Gresik dan PT Sir Rumput pada tahun 1990. Di sini beliau untuk menjalankan usahanya menampung  75 karyawan, dengan hasil produksi ± 1000 buah seter  perbulan. Pemasarannya mulai keluar negeri dengan perantara  PT Sir dan Petro Kimia Gresik. Beliau tidak sampai di sini usahanya, namun beliau terus berusaha agar hasil produk seter  dapat lebih baik.

Motif  utama ingin meneruskan usaha ini ke depan adalah :

“Dilihat dari prospeknya kedepan sangat bagus usaha ini untuk dikembangkan walaupun banyak saingan dari luar negeri yang terpenting adalah kita harus mampu menjaga kualitas dan memasarkan dengan harga lebih murah. Selain itu faktor alam di Indonesia sendiri mendukung yakni bahan baku lebih mudah didapatkan “

            Beliau mulai memutuskan kerja sama dengan PT Sir dan Petro Kimia Gresik ditahun 1990 factor utama yang mendorong hal ini adalah karena beliau telah mempunyai relasi kerja sendiri tanpa harus tergantung pada  pihak lain. Dalam usahanya ini beliau selalu berpikir bagaimana dapat menghasilkan pendapatan besar dengan modal sedikit tanpa mengurangi kualitas dari hasil produksinya dan dipasarkan dengan harga murah.

Daerah pemasaran  meliputi :

  1. Malaysia
  2. Jakarta yang akhirnya dibawa ke Turki
  3. India
  4. Bali
  5. Makasar yang nantinya dikirim ke Cina
  6. Bogor dengan channel di AS

Ilmu yang didapat agar hasil produknya lebih baik diperoleh dari adanya keluhan dari relasi. Dan dimana dari situ beliau  selalu memperbaiki akan segala kekurangannya. Berikut salah satu keluhan dari relasinya:

1.      Mengenai lubang besi
2.      Lem yang dipakai
3.      Bahan baku yang menyebabkan seter tersebut sering patah

Prestasi yang pernah diraih dalam usahanya :

  1. Penghargaan dari mentri yaitu Bapak Wibowo dalam rangka pengusaha sukses
  2. Pak Presiden Soeharto dalam rangka Upakarti
  3. Piagam lainnya dari perindustrian

Harapan Bapak H Marwan :

            Pasar lebih menguasai, harga stabil dan usahanya untuk kedepan lebih maju.

Manfaat yang diperoleh setelah melakukan interview dengan Bapak H Marwan adalah:

            Sikap yang dimilikinya adalah menggambarkan sosok jiwa seorang wirausahawan dimana , beliau punya keinginan untuk mencoba hal yang baru walaupau bekal tidak ada, namun semangat dan keinginan untuk meraih hidup lebih maju dan prospek ke depan cerah sangat kuat. Di sini dalam usahanya beliau sangat berani mengambil resiko apapun. Karena beliau selalu yakin bahwa kesuksesan akan kita dapatkan jika kita mampu menghadapi tantangan. Sebab tantangan itu mendidik kita untuk jadi orang yang selalu maju terus. Dari sini saya mendapatkan sesuatu hal hal berarti yakni segala kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda. Dimana kita harus mampu menghadapinya karena itu adalah kunci sukses menuju keberhasilan. Apalagi seorang wirausahawan haruslah memiliki jiwa tersebut. Kita sebagai calon guru haruslah memilki jiwa – jiwa yang dimilki oleh seorang wirausahawan. Karena selain menjadi seorang guru, kita juga memilki  kesempatan dalam berwirausaha. Sebab semua orang berhak atas keberhasilan asalkan punya jiwa untuk terus maju tidak berhenti sampai di sini saja walupun tantangan  selalu di depan mata kita.  















Laporan hasil interview dengan Bapak H Marwan pemilik UD Marwan Sport Line di JLn Hang Tuah No.14 Pasuruan. Tepatnya Tanggal 16 Juni 2007  pukul 19.00 WIB.

Daftar Pertanyaan dan Jawaban  :

1.      Coba bapak ceritakan apakah sewaktu kecil keinginan dalam berwirausaha  ini melekat dibenak anda? Dan saya ingin tahu bagaimana sifat  bapak waktu kecil dulunya?
·         Dulu waktu kecil saya punya keinginan untuk merubah nasib jadi orang sukses  itupun cuma angan-angan, tapi saya yakin aja pasti semua itu dapat terwujud asalkan saya ada tekad dan mau usaha.
·         Mengenai sifat, saya memang lain dengan keempat saudara saya. Dimana dari kecil saya itu terkenal paling keras dan suka saja dengan tantangan.
2.      Apa kerja bapak dulunya sebelum bapak merintis usaha ini ?
·         Dulunya saya cuma hilogram yang melayani onderdil dipabrik tenun dan sebagai dalang di sini saya menyesuaiakan karena daerah asal saya madiun.
3.      Disini saya merasa heran bagaimana bapak bisa  mengenal tentang seter dan apa dulunya bapak punya pengalaman membuat seter ?
·         Saya tidak mengenal sama sekali tentang seter, saya dulu itu pernah melihat pameran seter dari Italy sewaktu saya sedang berada di Surabaya bersama istri untuk mencari kehidupan baru. Waktu saya melihat karya tersebut bersama teman saya , dari situ saya timbul tanda tanya kenapa harga seter ini dapat mencapai Rp 500.000,00. Ya  akhirnya teman saya yang punya uang lebih tadi membeli seter. Lalu diberikan kepada saya  dan saya  ditantang apakah bisa membuat seter ini hanya dengan sebuah contoh saja. Karena itu tantangan yang bagus ya, saya tertarik untuk membuatnya. Memang pertama kali bentuk dari seter yang saya buat tidak memenuni syarat istilahnya, dari situ banyak sekali kritikan yang saya tanggap. Berawal dari sinilah saya selalu mencoba memperbaiki karya saya. Dimana saya beranggapan bahwa dari kekurangan itu saya dapat belajar membuat lebih baik. Walau tidak punya ilmu atau bekal, saya yakin dari kritikan tersebut dapat  membangun saya menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Satu saja kunci utama yang membuat saya tekad yaitu “saya hanya berpikiran mengapa orang lain biasa dan saya tidak “ Dengan spirit itu saya yakin dan mantap  saya akan tanggung semua resiko yang penting saya bisa jadi lebih baik. Mengapa tidak mungkin ? Pasti ada jalan
4.      Berarti ilmu yang bapak dapat hanya dari kritikan dan kekurangan terhadap hasil karya bapak ?
·         Iya, karena penilaian terhadap hasil karya kita bukan diri sendiri melainkan orang lain yang menilai.Dan dari kekurangan itu kita dapat menghasilkan hasil karya yang lebih baik lagi. Kekurangan dari hasil produk kami misalkan mengenai lem yang kurang baik, lubang besinya, kenapa seter ini mudah sekali patah.
5.      Siapa yang membantu bapak ketika hasil karya bapak diminati, apakah bapak menampung karyawan ya mungkin sedikitlah ?
·         Saya hanya dibantu oleh istri dan adik saya saja, itupun saya hanya menggunakan sarana terbatas misalkan :mesin bubut, bergaji dll
6.      Kira-kira kapan  bapak mulai merintis usaha ini ?
·         Saya merintis dengan alasan utamanya adalah karena permintaan semakin banyak dan dari situ saya punya tekad unuk membesarkan usaha ini. Tahun 1986 saya mulai merintis di Pasuruan dengan jumlah karyawan 75 orang. Dan dengan karyawan sebanyak itu saya dapat menghasilkan ±1000 buah seter per bulan.
7.      Darimana modal utama pengembangan uasha anda ini ?
·         Sebenarnya itu dari modal awal yang berkembang dan kami juga mendapat suntikan dana dari PT Sir dan Petro Kimia Gresik. Pihak tersebut juga berperan Promosi atau memasarkan produk ini ke luar negeri.
8.      Apakah sekarang bapak  masih menjalin hubungan kerja sama dengan pihak tersebut ?
·         Untuk saat ini kerja sama tersebut kami pending karena kami sudah mempunyai relasi tanpa harus memasarkan lewat pihak tersebut, sekitar tahun 1990 kami lepas.
9.      Selama ini daerah pemasaran bapak ini meliputi mana saja ?
·         Meliputi dalam dan luar negeri yaitu : Malaysia, Jakarta  ke Turki nantinya, India, Bali, Makasar ke Cina nantinya, Bogor ke AS.
10.  Prestasi apa atau penghargaan darimana saja yang bapak dapatkan selama usaha bapak ini berjalan ?
·         Penghargaan dari mentri yakni Bapak Wibowo dalam rangka pemilihan pengusaha sukses dalam usaha kayu
·         Upakarti dari bapak presiden Soeharto
·         Dan piagam lainnya dari perindustrian
11.   Apa pendorong utama bapak mengembangkan usaha ini ?
·         Yang jelas  usaha yang kami kembangkan ini dulunya adalah keinginan dari rasa ingin mencoba dan prinsip yang kuat bahwa apaun resiko nya  dalam usaha ini akan kami tanggung yang terpenting kami bisa sukses dan maju. Jadi jika usaha telah berjalan harus kita arahkan dan kembangkan , dinama saya telah melihat kedepan prospek dari usaha kami ini cerah dan untuk jangka waktu ke depan seter motor ini bagus walaupun banyak saingan .Faktor pendukungnya adalah bahan baku lebih muda didapat. Dalam usaha ini kami tetap menjaga kualitas seter. Dari usaha ini kami selalu berpikir bagaimana mendapatkan hasil yang besar hanya dengan modal sedikit, tapi kami tetap menjaga kualitas.
12.  Apa harapan bapak ke depan  untuk usaha ini?

·         Kami ingin menguasai pasar, harga stabil dan yang utama usaha kami lebih berkembang dan maju.

( ADI, 26 AGUSTUS 2017 )

Sabtu, 12 Agustus 2017

HP Dengan Dksesoris Cilok Bumi

“IDE CELL” COUNTER CELLULER YANG UNIK, SRATEGIS DAN MEMASYARAKAT

Gambar.1 counter IDE CELL tampak dari depan

      Diera modernisasi, komunikasi merupakan suatu hal yg sangat penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Untuk itu keberadaan dan ketersediaan alat komunikasi menjadi barang yang wajib  dipenuhi sebagai kebutuhan. Melihat hal ini, pada  tahun 2005 yang lalu tepatnya tanggal 05-04-2005, seorang pemuda warga kelurahan gentong yang bernama M.Irham Yudi membaca peluang pasar tersebut dan mendirikan usaha Counter HP yang diberi nama “IDE CELL”. Saat itu belum banyak usaha counter di kelurahan gentong. Dengan modal 8 juta mas Irham berjualan pulsa, Hp, dan aksesories.., seiring berjalanya waku, usaha yang dirintisnya semakin berkembang sampai sekarang


Gambar.2 wawancara petugas KIM dengan Bpk. Irham Yudi pemilik counter IDE CELL
. 
         Counter IDE CELL yang terletak dipertigaan kelurahan gentong, sekarang juga menyediakan dan melengkapi usahanya dengan berjualan rokok, bensin eceran, air mineral dan banyak lagi barang kebutuhan lainnya Dan yang sampai sekarang sudah mempunyai nama dan dikenal oleh masyarakat sampai luar kelurahan gentong adalah ‘Cilok Bumi’ cilok  lain dari yang lainnya, rasanya yang khas dan nikmat, ukurannya lebih besar dan harganya yang  terjangkau membuat cilok bumi selalu dicari oleh pelanggannya.
Salah satu kiat yang selalu dilakukan untuk konsumen adalah mengedepankan pelayanan yang baik, ramah, akrab dan menyenangkan sehingga konsumen merasa puas dan kangen untuk kembali lagi..mantaaab…!!

Gambar.3 cilok bumi yang melegenda, mantab, nikmat dan murah

( NDF, Gentong, 13 Agustus  2017 )

Sabtu, 18 April 2015

Mading Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat





Senin, 13 April 2015

PRODUK UNGGULAN RAMAH LINGKUNGAN


                                         KERAJINAN BAN BEKAS
 (DAUR ULANG BAN BEKAS MENJADI BARANG BERNILAI EKONOMIS)


         Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan disekitar Kelurahan Gentong, Fauzan memulai usaha dengan mendaur ulang ban bekas. Di bawah payung bisnis UD. Duta Ban, dia memanfaatkan ban bekas yang mudah didapatkan karena masih jarang orang meliriknya sebagai barang yang berguna.
Mungkin banyak orang beranggapan  bahwa ban bekas adalah barang bekas  yang tidak bermanfaat dan tidak mempunyai nilai ekonomis lagi, tapi Fauzan beranggapan lain bagaimana ban bekas itu dikelola sehingga bisa menjadi barang atau produk yang mempunyai sebuah nilai dan manfaat yang lebih dimata masyarakat luas. Dan, dengan sentuhan kreatifitasnya ban bekas yang dipandang tidak bernilai itu kemudian  menjadi sebuah ladang bisnis yang menguntungkan hingga saat ini.

UD Duta Ban adalah nama usahanya. Produknya meliputi tong sampah, pot bunga, dan meja- kursi. Semua produk dari bahan ban bekas dan memiliki beberapa model dan ukuran, produk kami memiliki daya tahan yang kuat serta tahan lama dan tahan terhadap segala cuaca, dari segi keawetan produk dari ban bekas akan lebih awet jika dibandingkan dengan produk yang sama tapi terbuat dari bahan yang berbeda.
Proses pembuatan  kerajinan dengan bahan ban bekas bukanlah hal mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang, mengingat pengolahannya yang cukup rumit. Dibutuhkan keahlian khusus untuk mengolahnya, mulai dari mengupas pelapis ban,mengiris dan kemudian menbentuk bermacam-macam produk bernilai ekonomis. Tidak sembarang orang bisa melakukannya, jika mulai dari nol paling tidak dibutuhkan waktu satu sampai dua bulan baru bisa. Saat ini pemasaran produknya meliputi Pasuruan, dan sekitarnya. Bahkan dipesan secara massal untuk mendukung program Adipura Kota Pasuruan.





PRODUK UNGGULAN RAMAH LINGKUNGAN


                          PRODUK UNGGULAN RAMAH LINGKUNGAN


Sexinya Furniture Kayu Limbah

Limbah kayu bekas yang banyak tersedia di sekitar ternyata bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Penggunaan kayu bekas justru lebih menguntungkan dibanding dengan kayu baru yang pasokannya lebih sulit didapat.
Sadar dengan kenyataan sebagian perajin mebel dan bisnis furniture di Kelurahan Gentong mulai menggunakan bahan dasar kayu limbah untuk aksen kerajiunan mereka. Di saat bisnis furniturenya mulai lesu, ditambah, pembakaran hutan kian marak membuat pasokan bahan kayu sulit diperoleh. Kayu limbah pun kini menjadi primadona.
Adalah Esty, dan Gobang, perajin dan pengusaha bisnis mebel dan handycraft berbahan dasar kayu di Kelurahan Gentong yang turut melirik kayu limbah untuk produksi furniture. Mereka menemukan  banyaknya kayu bekas untuk rumah terbuang dan dibakar. Termasuk limbah-limbah kayu kapal yang tidak lagi dipakai di kawasan pesisir Kota Pasuruan, yang kemudian dibentuk menjadi barang kebutuhan rumah tangga seperti meja, kursi, dan lemari. Bahkan aneka handycraft yang cantik dan layak jual.
Tidak disangka, di tengah bisnis furniture yang tengah lesu, pelanggan para pengusaha furniture, baik regional, maupun mancanegara, justru lebih tertarik dengan produk kayu bekasnya. Permintaan terus bertambah.  Sejak saat itulah, produk furniture dari kayu limbah ini,  mulai dipamerkan produknya ini setiap acara pameran. Jumlah pembeli yang bertambah membuat  mereka terus berinovasi mengikuti permintaan pelanggan. Produknya mulai dari meja, kursi, lemari, hiasan dinding, hingga ragam handycraft lainnya.


Para perajin  mengaku, produk olahan barang bekas ini memang sangat biasa, namun dengan sentuhan kreativitas membuat barang ini memiliki nilai tambah. Bahkan karena itu juga yang membuat bisnisnya ini begitu banyak diminati oleh buyer (pembeli). Untuk mancanegara, terutama yang berasal dari luar negeri, seperti ke Jerman, Belanda, Amerika, dan Cina. Mereka (pembeli) melihat bukan hanya fungsinya barangnya, tapi bahan yang tidak terpakai ternyata bisa diciptakan menjadi barang yang bisa berguna.

Tentang harga
           Awalnya, karena terbuat dari kayu limbah, banyak yang mengira reclaimed furniture harganya murah. Tapi mereka keliru. Karena jenis furniture ini harganya justru lebih mahal, bahkan bila dibanding dengan produk yang sama tapi dibuat dengan bahan kayu baru. Sebab, furniture yang terbuat dari kayu tua, berarti ketahanan dan kekuatannya sudah terbukti handal. Belum lagi melihat tekstur unik, warna alami dan cita rasa seninya. Sangat sexy sekali.



Eksplorasi Kerajinan Limbah Kayu

        
        Limbah kayu biasanya dibakar atau dibuang. Namun Pak Gobang merangkai limbah itu menjadi beragam produk kerajinan unik dan bernilai jual tinggi.
Ide atau inovasi Pak Gobang,  mengolah limbah kayu mengalir begitu saja. Dengan modal seadanya dia menata sisa-sisa potongan kayu bekas mebel menjadi kerajinan dan hiasan dinding, maupun handycraft bahkan furniture yang unik dan artistik.
Mulai dari kayu-kayu kokoh dari limbah rel kereta api, hingga bekas-bekas kayu bangunan kuno, maupun baru  pun dimanfaatkannya menjadi ragam mebel, dan handycraft yang dibutuhkan masyarakat. Ada lemari, kursi, miniature mebel, hingga gantungan sangkar burung berhasil diciptakannya dari bahan kayu limbah.
Proses pembuatan kerajinan dari kayu limbah, diawali dengan menyiapkan desain gambar. Selanjutnya menggunakan potongan limbah kayu dari berbagai ukuran. Harus diakui, untuk karya furniture maupun kayu limbah yang miliki nilai seni tinggi. Selain butuh jiwa seni, pembuatan kerajinan limbah kayu, juga butuh ketelatenan. Saat menyusun potongan kayu harus rapi dan memperhatikan alur atau guratan kayu. Sebab, masing-masing kayu  yang telah dipotong memiliki garis atau guratan yang terbentuk alami. Itu biasanya menunjukkan umur kayu. Model atau ragam guratan itulah yang diekplorasi menjadi karya unik, artistik, dan enak dipandang. Seni menyusun guratan kayu itu menghasilkan karya yang bermakna dan menjadi ungkapan perasaan.

Unik dan Artistik
            Selain butuh ketelitian dan ketelatenan tinggi, membuat kerajinan limbah kayu perlu teknik yang baik. Teknik itu meliputi cara menyambung kayu, mewarnai secara transparan bagian bagian kayu, merangkai dan mencetak model, menoreh, mencungkil, mengukir, dan merekatkan.
        Adapun ragam kerajinan limbah kayu sarat nilai seni dia kerjakan sesuai dengan kreasi dan inovasi pribadi. Harga berbagai ragam kerajinan limbah kayu itu bervariasi, dari  Rp 25.000 sampai belasan juta.

Dikenal di Pameran Produk Eksport
            Beragam produk furniture maupun handycraft yang memanfaatkan limbah, baik dari kayu, maupun dipadukan dengan memanfaatkan limbah kaleng bekas drum minyak, atau bahan kaleng lainnya. Dengan kerja keras, dan polesan kreativitas yang tidak mudah, hasil karya furniture berbahan dasar limbah itupun mulai dikenal dalam pameran produk eksport. Baru-baru dalam ajang IFEX . (Indonesia International Furniture Expo) 2015. Pameran ini menyuguhkan produk-produk serta desain-desain furnitur dan kerajinan terbaik yang dihasilkan dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Meski terbuat dari olahan limbah, furniture yang ramah lingkungan karena juga diolah dengan bahan-bahan waterbased bersertifikat ini diburu para buyer dari mancanegara. Harganya menembus USD 150 – USD 350.

CONTOH PRODUK
ECO FURNITURE DARI KELURAHAN GENTONG





PRODUK UNGGULAN RAMAH LINGKUNGAN

PRODUK UNGGULAN RAMAH LINGKUNGAN

(Naikkan Derajat Limbah Ke Mancanegara menuju MEA)

Tasbih Pohon Pinang, Mulai Merambah Pasar Mancanegara


Buah pohon pinang yang selama ini dibiarkan terbuang dan hanya menjadi sampah ternyata membawa berkah tersendiri bagi Muhammad Rois warga RT 01 RW 05 Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Buah pohon pinang yang banyak dijumpai di berbagai tempat di Indonesia tersebut disulap menjadi kerajinan unik yang mendatangkan rupiah. Rois memanfaatkan buah pinang tersebut untuk dijadikan kerajinan tasbih cantik dan menawan yang biasa digunakan umat muslim untuk membaca wirid atau berdzikir. Tasbih karya Rois ini, juga sudah memasuki pasar mancanegara peningkatan penjualan bahkan ia mendapatkan pesanan hingga sampai ke Selangor (Negara bagian di Malaysia).

“Sebelum Ramadhan pemesanan hanya di daerah saja, sekarang permintaan sudah merambah ke Jakarta hingga Malaysia “ ujar Rois pada wartabromo, Minggu (14/7/2013).Proses pembuatan tasbih dari pohon pinang tersebut melalui beberapa tahapan, diawali dengan mengambil buah pohon pinang yang telah masak lalu dijemur hingga kering kemudian diolah menjadi sebuah tasbih dengan cara membuang kulitnya. Untuk menambah daya tarik dan hasil yang lebih kreatif, Rois pun tak lupa memolesnya dengan bahan khusus lalu menyusunnya menjadi tasbih yang menarik.
“Awal usaha ini bermula dari penuturan guru yang mengatakan bahwa saya akan menemukan benda yang saya gosok dan bisa menjadi mata pencaharian di kemudian hari, “ cerita pria yang juga berprofesi sebagai guru ngaji tersebut tentang hal ikhwal kerajinan tasbihnya.
Tasbih dari buah pohon pinang buatan Rois tersebut tidak dipasarkan secara bebas di pasaran lokal melainkan hanya bisa didapatkan di rumah pengrajin dan sejumlah koperasi pondok pesantren di kawasan Kota dan  Kabupaten   Pasuruan  dengan   harga Rp. 30.000 untuk  tasbih   ukuran kecil  dan Rp. 90.000 untuk tasbih besar.
Dengan pemberitaan di beberapa media, tasbih karya Rois juga mulai mendapat permintaan dari Malaysia, maupun Saudi Arabia

Minggu, 12 April 2015

Dampak Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA )

       

JADI PELAKU ATAU SASARAN BISNIS



        Toko dan restoran waralaba jaringan nasional dan internasional :  Indo maret, Alfa maret, Alfamidi,Carrefour, Giant. Restoran sejenis makanan: KFC, McD, Kebab Baba Rafi, Pizza Hut, Sejenis minuman : Kopi Pass Garden, Kopi Racerr, Teh Racik juga ada di Pasuruan bahkan sudah mereambah ke kelurahan Gentong.
         Tidak menutup kemungkinan warung tradisional pecel lele, warung lesehan, warung kopi, warung bakso, sate, nasi goreng pasar tradisional yang dulu sangat luar biasa ramainya akan muncul lagi dengan sisitem waralaba dikelola oleh orang luar negeri dibawah management,pemasaran,layanan, permodalan dan produk hingga korporasi yang mereka miliki  atau bahkan usaha itu di kembangkan hingga ke manca negara. Hal itu sebagai dampak dari adanya Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) yang dicetuskan dalam konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-9 pada 2003 di Bali untuk menjadikan ASEAN antara lain, sebagai pasar tunggal dan basis produksi serta kawasan dengan pembangunan ekonomi merata, yang semula akan dicanangkan pada tahun 2020 dipercepat pada 2015.
         Inilah salah satu contoh sederhana globalisasi dibidang ekonomi, dimana dunia yang luas ini kini diibaratkan hanya seluas 'desa'yang kemudian disebut dengan  'global village' atau desa global, desa dunia. Semua orang termasuk penduduk kelurahan Gentong berada dalam situasi ini. Bagaimana seharusnya kita bersikap dan bersiap menghadapi era global. Mau jadi pelaku atau sasaran bisnis.    

Sabtu, 21 Maret 2015

PMP (Pasar Minggu Pagi) Gentong

Aktivitas PMP Gentong








Kamis, 12 Maret 2015

UMKM

Pemanfaatan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kelurahan Gentong Gadingrejo Kota Pasuruan

A. Pembuatan Spray boot




qPembuatan Spray boot

Spray boot adalah alat yang digunakan untuk menyerap asap spray pengecatan kayu sehingga mengurangi polusi udara yang ditimbulkan.

Alat dan Bahan

a. Plat 2.20 m
b. Siku 5 cm tebal : 3mm
c. Water mur 1 dim
d. Selotip
e. Lem PVC
f. Dinamo
g. PVC  1 dim




B. Menggosok Kayu/Mebel




             Proses penggosokan kayu membutuhkan tingkat ketelitian tinggi. Banyak para pengrajin mebel yang tidak menyadari hal ini, karena kualitas mebel yang baik salah satunya dilihat dari tingkat kehalusan pembuatannya.

Alat dan Bahan

a. Pilo
b. Puli
c. Fanbelt
d. Kertas Gosok
e. Triplek
f.  Pipa 5 dim, 50 cm
g. As 80 cm
h. Dinamo
j.  Kayu untuk Meja



WARTEK ”BAKTI KARYA”
JL SLAMET RIYADI NO.08 Telp. (0343) 428185
KELURAHAN GENTONG KECAMATAN GADINGREJO
KOTA PASURUAN
Kontak Person: ANSHORI
HP . 081331421895





Rp 800 Juta Untuk Bantuan Pengembangan
 Komoditas Unggulan 





Kota Pasuruan mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk mengembangkan beberapa sektor unggulan dan sosial budaya yang ada di dalamnya. Bantuan yang disebut sebagai pengembangan kota strategis terpadu tersebut rencananya akan diberikan di tahun ini oleh pemerintah pusat.
Adapun komoditas unggulan yang menjadi usulan Kota Pasuruan untuk dikembangkan di tahun lalu, antara lain industri cor logam dan bandeng asap yang terletak di Kelurahan Panggungrejo. Lalu, masjid jami’ al-anwar dan sekitar makan para kiai, di pusat kota.
Kepala badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Kota Pasuruan Juni Eko Suroyo mengatakan pemerintah pusat di tahun lalu memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengusulkan beberapa komoditas unggulan dan sosial budaya, dalam rangka pelaksanaan program kota strategis terpadu.
“Iya, di tahun lalu kami usulkan beberapa komoditas dan sosial budaya yang dimiliki oleh Kota Pasuruan. Tak disangka ternyata usulan kami diterima dalam program kota strategis terpadu tersebut”
Selanjutnya, Eko menjelaskan jika kemudian pemerintah pusat berencana akan memberikan bantuan sebesar Rp 800 juta untuk mengakomodasi program tersebut.
“Bantuan tersebut sebesar Rp 800 juta, tetapi yang menjalankan proyeknya di sini ya pemerintah pusat bukan pemkot. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan komoditas unggulan yakni pengerajin cor logam dan bandeng asap. Lalu untuk sosial budaya kami pilih masjid jami’ dan makam para kiai di sekitarnya” terangnya.
Mantan kepala dinas pekerjaan umum tersebut menambahkan bahwa pelaksana proyek tersebut adalah satuan non vertikal tertentu (SNVT) pemerintah pusat yang turun ke daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Saat ini, Bappeda tengah fokus menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum pemerintah pusat memulai pengerjaan program tersebut. Bentuk pengembangan dalam program tersebut dijelaskan oleh Eko semisal perbaikan akses jalan menuju perajin cor logam atau pendirian sarana prasarana yang dibutuhkan oleh mereka.
Eko mengatakan, sebelum mendapatkan dana tersebut, pemerintah pusat meminta beberapa dokumen untuk disiapkan, “Jadi kami harus siapkan dokumen, seperti harus sudah punya perda RTRW, dan dokumen pembangunan daerah jangka panjang dan menengah, dan lain-lain”
Nantinya, bantuan tersebut dalam bentuk pembangunan sarana prasarana atau akses jalan, itu untuk komoditas unggulan logam dan bandeng asap. Sedangkan, untuk masjid jami’, misalnya seperti parkir kendaraan pengunjung atau fasilitas yang mendukung lainnya.
Selain itu, pemerintah Kota Pasuruan juga tengah menyiapkan diri untuk membantu pelaksanaan program tersebut.


“Jadi nanti kami akan menanti apa yang bisa dibantu oleh pemerintah daerah, karena bagaimanapun proyek tersebut akan disesuaikan oleh kewenangan masing-masing” ujarnya. (*)





RUU KEK Harus Harus Akomodasi Industri Kecil
/
Jumat, 29 Mei 2009 | 03:45 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Selain memberikan kemudahan usaha bagi industri-industri skala besar, rancangan undang-undang Kawasan Ekonomi Khusus juga harus berpihak pada industri kecil. Dengan demikian, semua usaha memiliki peluang ekspor dan muncul kecemburuan-kecemburuan sosial.
Demikian gagasan yang mengemuka dalam pembahasan rancangan undang-undang kawasan ekonomi khusus (RUU KEK) antara Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan anggota Pansus RUU KEK di Ruang Kertanegara, Gedung Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis (28/5).
Dalam pertemuan tersebut, Soekarwo mengusulkan agar industri kecil dimasukkan dalam ranah RUU KEK. "Jangan hanya industri-industri besar saja yang dimasukkan. Ini bisa menimbulkan kec emburuan bagi industri kecil. Lho kok hanya industri-industri besar yang diberi kemudahan," tutur Soekarwo.
Pada prinsipnya, RUU KEK adalah memberikan kemudahan berupa subsidi atau insentif pada siapa saja yang berinvestasi. Diharapkan, melalui langkah tersebut produk-produk dalam negeri menjadi kompetitif dengan produk luar negeri.
Menurut Soekarwo, RUU KEK juga harus mengakomodasi penyediaan barang industri dalam negeri, khususnya kebutuhan antar pulau. Jika fokus industri sekedar pada ekspor, maka dikhawatirkan kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi dan harga barang dalam negeri mahal.
Beberapa wilayah di Jawa Timur telah dikelola dengan konsep KEK, seperti kawasan SIER, PIER, Maspion Manyar, dan Tanjungsari. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang mengembangkan beberapa titik potensi KEK, seperti daerah segitiga emas Tuban, Bojonegoro, dan lamongan, serta kawasan pengembangan Madura setelah Jembatan Suramadu diresmikan.
Anggota Pansus RUU KEK DPR Tjahjo Kumolo menyambut baik masukan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Menurutnya, konsep pemerataan usaha sudah terncantum dalam RUU KEK. Namun pansus akan mengkaji ulang RUU KEK agar payung hukum tersebut memiliki keberpihakan yang lebih jelas pada industri kecil.
Perbaikan infrastruktur
Secara terpisah, Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengungkapkan, perkembangan industri di Indonesia mengalami kendala, khususnya pada buruknya sarana infrastruktur, seperti jalan, kereta api, hingga pelabuhan. Karena itu, sektor industri hanya akan berkembang pesat jika pe merintah baik daerah maupun pusat serius memerhatikan dan menyediakan sarana infrastruktur yang baik.
Selain karena buruknya infrastruktur, nilai produksi industri secara umum di Indonesia turun karena efek krisis keuangan global. Krisis finansial global menyebabkan penurunan nilai produksi sebesar 30 persen.
Situasi ini dihadapi negara-negara lain juga. "Namun pembangunan harus tetap jalan dengan usaha perbaikan kita secara internal," ucapnya.





Weny Findiastuti Tertarik Pikirkan Industri Kecil Madura

15 Maret 2005 12:45:09

Meski bukan keturunan Madura, mahasiswi yang satu ini boleh dibilang sudah tergila-gila dengan Madura. Betapa tidak, kecintaannya itu dibuktikannya lewat pengambilan judul tesis yang berkait dengan persoalan di Madura saat ini.
Rektorat ITS - Weny Findiastuti nama mahasiswi ini. Ia begitu terpanggil untuk mengembangkan potensi yang ada Madura, terutama yang terkait dengan industri kecil. Atas dasar itulah maka ia mengambil tesis berjudul: "Penentuan Prioritas Pengembangan Industri Kecil Menengah di Kab. Bangkalan dengan Pendekatan Analytic Newtork Process".

"Saya memang benar-benar tertarik untuk memikirkan potensi industri kecil di Bangkalan. Ini terkait dengan akan segera diraelisasikannya Jembatan Suramadu dalam waktu dekat. Keberadaan Suramadu itu harus bisa dirasakan oleh masyarakat Bangkalan, dan salah satu alternatifnya adalah bagaimana industri kecil di sana bisa hidup," katanya.

Melalui pijakan ilmiah berupa tesis inilah Weny mewujudkan sumbangan pemikirannya tentang industri kecil apa yang ke depan dapat berkembang dengan baik di bangkalan. "Saya mencoba melihat berbagai potensi kecil yang ada di Bangkalan, dari sekitar 9 jenis industri kecil yang ada, saya melihat industri kecil batik dan pembuatan jamu, potensial untuk dikembangkan," katanya.

Analisanya pun tak tanggung-tanggung, ada 18 item yang digunakan untuk menganalisa kenapa industri batik dan jamu yang potensial untuk dikembangkan di Bangkalan. "Analisa ini memang bukan sembarangan, saya mencoba mengambil kesimpulan dengan menggunakan analisis proses network, dimana proses pemilihan didasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditentukan, namun dengan memperhatikan pula ketergantungan atau dependensi antar krtieria itu sendiri. Kedelapan belas kriteria itu diantaranya menyangkut akses informasi, keuangan, pemasaran, produksi, serta sumber daya manusia," katanya.

Dikatakan alumni Teknik Industri ITS tahun 2002 yang sebelumnya pernah bekerja di Batam ini, berkait dengan masih kurangnya orang-orang yang mencoba memikirkan persoalan industri kecil di Madura. "Kini sebagian orang memang telah mencoba memikirkan industralisasi di Madura setelah nanti Jembatan Suramadu terealisasi, tapi itu sebagian besar bicara soal industri-industri besar yang mendatangkan juga modal besar. Bagaimana dengan potensi industri kecilnya, belum ada yang mencoba mencarikan jalan keluar. Saya berharap melalui tesis saya ini akan memberikan jalan keluar pengembangan industri kecil di sana," katanya.

Alasan lain kenapa Weny berusaha mencarikan jalan keluar untuk industri kecil di Madura, itu karena ia kini tercatat sebagai dosen di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo, Bangkalan. "Kenapa saya harus mengambil persoalan yang jauh-jauh, akan lebih baik dan bermanfaat kalau saya mencoba memperhatikan lingkungan dimana saya bekerja," kata Weny yang mengambil program S2-nya dengan biaya sendiri.

Salah satu bagian kesimpulan yang direkomendasikan Weny, yang berhasil meraih nilai A dari tesisnya yang diujikan Senin (2/8) siang itu, berkait dengan bahan baku dari industri batik Madura. "Persoalan bahan baku menjadi penting mengingat selama ini para pengrajin batik mendapatkannya dari luar Madura. Ke depan akan lebih ideal lagi jika kebutuhan bahan baku itu bisa dipenuhi dari Madura sendiri. Persoalannya, jika orientasi industrialisasi di Madura mengarah ke clean industry, maka sudah dapat dipastikan sulit diperoleh di Madura. Tapi jika memang Jembatan Suramadu sudah teralisir persoalan itu tidak lagi menjadi kendala," katanya.

Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukan berkait dengan penyusunan tesis itu, para pengrajin batik di Bangkalan, yang tersebar di lima wilayah, masing-masing Tanjung Bumi, Modung, Blegah, Socah dan Kokop, sudah mempunyai akses pasar yang baik. "Bukan hanya itu sector perbankan pun sudah yang siap untuk membiayai







MATERI KIM GENTONG MAS






























































Rekonstruksi KIM &
Peluang Berperan di Era KIP